Senin, 16 Juni 2014

Pengantar Katekisasi Sidhi part II

Katekisasi dalam Alkitab dan sejarah katekisasi Oleh: Ev. Otniol H. Seba
Dewasa ini tidak banyak jemaat Kristen yang mengenal dan mengetahui dengan pasti apa itu katekisasi? Setidaknya ketidaktahuan dan kurangnya pengenalan jemaat terhadap katekisasi, nampak dari beberapa jawaban yang mereka ungkapkan, misalnya: ”katekisasi adalah syarat untuk memperoleh surat dibaptis atau disidi”; ”syarat sebelum menikah sudah harus katekisasi”; katekisasi adalah pengajaran tradisi yang diharuskan di dalam gereja (maksudnya gereja-gereja Injili)(01), lebih dari itu ada jemaat (bahkan majelis gereja) yang tidak mengerti apa itu katekisasi.
Hal ini secara tidak langsung berdampak pada 2 segi, yaitu: pertama, kualitas rohani dari jemaat yang bersangkutan. Maksudnya bahwa katekisasi tidak lebih hanya menjadi sarana untuk mendapatkan ”legalisasi” (atau surat-surat yang berkaitan dengan kepentingan jemaat) dari gereja. Masalah kerohanian tidak diutamakan. Apalagi dengan waktu yang singkat, hadir atau tidak hadir, jemaat tetap disidi atau dibaptis. Untuk jangka yang panjang sudah dapat dipastikan bahwa jemaat-jemaat akan mudah diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran yang menyesatkan. Kedua, kualitas pelayanan itu sendiri. Maksudnya jemaat yang telah mengikuti katekisasi tidak melayani. Hal ini disebabkan oleh konsep bahwa katekisasi adalah pra-syarat untuk menikah dan hanya sekadar untuk mendapatkan surat baptis atau sidi yang dapat digunakan untuk kepentingannya. Akibatnya adalah: (1) kesulitan mencari generasi untuk melayani di gereja; (2) kemungkinan bahwa gereja dilayani oleh orang-orang yang ”tidak siap secara rohani.” Jika ini terjadi, maka lambat laun gereja akan mengalami ”pengeroposan” baik secara rohani maupun di dalam pelayanannya.
Oleh karena itu gereja perlu memberikan pemahaman yang jelas kepada jemaat tentang mengapa katekisasi itu perlu dilakukan? Juga memberikan dorongan kepada jemaat untuk mengikuti kelas katekisasi.
MEMAHAMI PENTINGNYA KATEKISASI
Seiring dengan berjalannya waktu, kehidupan bergereja mengalami tantangan yang besar. Tantangan itu datang dari dalam dan dari luar gereja. Salah satu tantangan dari dalam gereja adalah kurangnya minat dari jemaat terhadap pengajaran Alkitab (doktrin-doktrin Alkitabiah yang dapat dipertanggungjawabkan). Jemaat lebih menyukai ajaran-ajaran yang bersifat aplikatif dan berbau ”supranatural.” Ini menyebabkan jemaat tidak punya kepekaan terhadap berbagai ajaran yang kelihatannya ”baik”, ”dapat diterima dengan akal (logis)”, dan ”menyentuh kehidupan jemaat”, padahal yang sebetulnya menuju kepada kesesatan. Ajaran-ajaran tersebut tidak dapat dibedakan dengan jelas oleh jemaat-jemaat kristen masa kini.
Pada sisi yang lain, gereja diserang oleh ajaran-ajaran yang berasal dari kaum intelek, yang mengandalkan rasio dan pengetahuan modern sebagai justifikasi terhadap kebenaran Alkitab. Kritik terhadap kekristenan terus-menerus dilancarkan. Kebenaran Alkitabiah berusaha diganti dengan kebenaran manusia. Injil Kristus diganti dengan ajaran-ajaran manusia yang mengandalkan intelektual semata-mata. Jika gereja tidak memberikan fondasi yang kuat kepada jemaat tentang kebenaran Alkitabiah yang disertai dengan eksegese dan eksposisi yang akurat terhadap teks Alkitab, maka dapat dipastikan bahwa jemaat yang dihasilkan adalah jemaat yang ”rapuh” dan ”keropos” imannya.
Katekisasi(02), adalah salah satu wadah, di mana gereja mempersiapkan jemaat untuk memiliki pemahaman yang benar tentang kebenaran Alkitab. Klauber mengutip John Leight sejarahwan reformasi menuliskan: Katekisasi tidak hanya semata-mata mempersiapkan orang muda untuk pembaptisan, tapi kepada semua orang percaya, untuk mengajar mereka dasar-dasar iman Kristen.(03) Di dalam ketekisasi ini, jemaat diperlengkapi dengan doktrin-doktrin dasar di dalam kekristenan yang dipercayai dan diimani oleh gereja tersebut. Selain itu katekisasi merupakan wadah untuk mencari generasi-generasi baru yang dapat diarahkan dan dipersiapkan untuk melayani Tuhan di dalam pelayanan gerejawi.

Pentingnya pengajaran ketekisasi oleh gereja kepada jemaat lebih disebabkan karena:
1.      pertama, gereja harus melaksanakan Amanat agung Yesus Kristus untuk menjadikan bangsa-bangsa murid-Nya (bnd. Mat. 28:19) proses pengajaran;
2.      kedua, bahwa gereja harus mengajarkan kebenaran-Nya kepada jemaat, sama seperti Yesus Kristus yang mengajarkan firman dan kebenaran-Nya (bnd. Yoh. 8:31-32);
3.      ketiga, gereja harus menuntun jemaat kepada iman dan pengenalan Allah yang benar dan Yesus Kristus (bnd. Yoh. 17:3 ; Rm. 10:17).

MEMAHAMI KATEKISASI DI DALAM ALKITAB
Alkitab, baik PL dan PB memberikan latar belakang mengenai pengajaran katekisasi. Baik itu di dalam tradisi Yahudi yang ketat sebagai-mana yang tercatat di dalam PL, maupun di dalam kekristenan mula-mula yang berakar kuat di dalam PB. Hal ini perlu dilihat secara komprehensif di dalam Alkitab, mengingat kekristenan hari ini sangat berakar kuat di dalam kedua tradisi tersebut.

A. Dalam Perjanjian Lama (PL)
Katekisasi berakar kuat dalam sejarah dan tradisi dari bangsa Israel. Hal ini dapat kita lihat dalam beberapa hal berikut:
1. Orang tua berkewajiban mengajar anak-anaknya “tentang perbuatan-perbuatan Allah yang besar.” (Ul. 6:20-25; Mzm. 78:1-7, dsb).
2. Sekitar abad-abad pertama telah ada sekolah bagi anak-anak Yahudi, mereka yang berumur 5-7 tahun telah mendapat pengajaran dari guru-guru torah. Maksud dan tujuan pengajaran itu adalah supaya anak-anak mendapat pengajaran tentang torah.
3. Pengetahuan ini terdiri dari pembacaan dan pelafalan torah secara harafiah. Ada 2 tingkatkan yang dapat kita temukan dalam pengajaran ini. a) tingkat dasar yang dikenal dengan nama = beth-ha-sefer dan b) tingkat lanjutan yang dikenal dengan beth-ha-midrasy. Pengajaran semacam ini terus berlangsung dalam abad-abad pertama di kalangan umat Yahudi.
4. Bahan-bahan pengajaran yang dilakukan oleh guru-guru Yahudi di dalam sinagoge-sinagoge dibagi di dalam beberapa bagian: pertama, pengakuan iman (syema). Hal ini tercatat di dalam Ul. 6:4-9, 11, 13-21 dan Bil. 15:37-41; kedua, doa utama (= syemone Esre), ini dilakukan oleh tiap orang Yahudi, tiga kali sehari. Doa ini adalah suatu puji-pujian kepada Allah; ketiga, pembacaan torah; keempat, pengajaran tentang arti dari hari raya-hari raya Yahudi. (04)

B. Dalam Perjanjian Baru (PB)
Jemaat purba (orang-orang Kristen zaman purba) mengadopsi jenis pengajaran ini untuk menunjang pelayanan mereka. Mereka menggunakan beberapa istilah untuk menunjukkan hal ini.
1. Katekhein = memberitakan, memberitahukan, mengajar dan memberi pengajaran (Luk. 1:24; Kis. 21:21, 24; Rm.2:17-18)
2. Didaskhein = menyampaikan pengetahuan dengan maksud su-paya orang yang diajar itu bertindak terampil (Mat. 4:23; 26:25; 1Tim. 4:11, dst).
3. Ginoskein = mengenal atau belajar mengenal. Ini bersifat intelek-tualistis (Rm. 1:21, 28; Gal. 4:8-9, dst).
4. Manthanein = belajar, maksudnya mengindikasikan suatu proses rohani, di mana seseorang mencapai sesuatu bagi dirinya untuk perkembangan kepribadiannya (Ibr. 5:7-8; Ef. 4:20-23, dst).
5. Paideuein = memberi bimbingan kepada anak-anak, supaya mereka dalam dunia orang dewasa dapat menempati tempat mereka (1Tim. 3:16-17; Tit. 2:17, dst).
6. Katekisasi di dalam Alkitab PL dan PB memberikan penjelasan secara garis besar, melalui tradisi Israel dan arti kata-kata yang berhubungan dengan ketekisasi jemaat. Ini menunjukkan bahwa memang tujuan akhir katekese itu sendiri berhubungan dengan kerohanian jemaat itu sendiri dan pelayanan gereja yang nantinya akan dilakukan oleh jemaat tersebut.(05)
MEMAHAMI SECARA SINGKAT KATEKISASI DI DALAM GEREJA
Katekisasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari gereja. Pelayanan ini menjadi penting oleh karena mengajarkan kebenaran fundamental tentang iman Kristen. Abineno mengungkapkan bahwa: katekese bukanlah hanya pelayanan sampingan saja dari gereja: sama seperti pelayanan-pelayanan gerejawi yang lain, demikian pula katekese adalah pelayanan pokok adalah fungsi dasariah dari gereja.(06)
Di dalam perkembangan sejarahnya, katekisasi mengalami perkembangan bersamaan dengan gereja. Di mana gereja berdiri, pelayanan katekisasi juga dilakukan. Ada dugaan dari beberapa pakar sejarah bahwa ketekisasi menjadi permulaan dari berdirinya gereja. Hal ini menunjuk kepada peristiwa di dalam Kis. 2:42a: “mereka bertekun dalam pengajaran para rasul.” Terlepas dari pernyataan ini diterima atau tidak, namun satu hal yang pasti bahwa katekisasi dan gereja tumbuh dan berkembang hampir bersamaan.
Di dalam gereja mula-mula, pelayanan katekisasi ini telah dilakukan. Hal ini nampak terlihat di dalam tulisan Klemens (sekitar 140 AD). Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Klemens menyebutkan bahwa katekese sebagai permintaan jemaat. Pengajaran ini bertujuan untuk mengajak orang supaya mengenal Kristus dan menyucikan mereka dari segala berhala. Tertullianus (sekitar 200 AD) menegaskan bahwa sebelum orang-orang mengalami baptisan, mereka terlebih dahulu harus menerima pengajaran. Constitutiones Apostolocae sudah menetapkan pendidikan selama tiga tahun untuk setiap orang yang ingin dibaptis. Augustinus, seorang bapa gereja barat telah menerima pengajaran sebelum baptisan selama dua tahun pada usia 31 tahun, sebelum ia diterima menjadi anggota jemaat dan dibaptis tahun 387 AD.(07) Pelayanan katekisasi gerejawi semacam ini terus bertahan selama 500 tahun pertama berdirinya gereja.
Memasuki abad-abad pertengahan, katekisasi mengalami kemerosotan tajam. Hal ini lebih dikarenakan masuknya berbagai ajaran di dalam gereja yang menekankan ritualitas dari pada pengajaran. Salah satu contohnya adalah ajaran sakramen pengampunan dosa, yang secara serius ditekankan oleh gereja. Di sini yang ditekankan adalah ritualnya. Sementara itu di dalam suatu konsili Forli yang dilakukan pada tahun 791, menganggap kredo dan Doa Bapa kami sebagai formula pemberi berkat. Jika ada orang yang mampu mengucapkannya, maka dianggap sudah cukup. Hal ini secara tidak langsung menggeser kedudukan pengajaran di dalam gereja Tuhan. Pada masa ini katekisasi hanya berlaku di dalam keluarga dan melalui khotbah-khotbah yang terbatas. Pada masa ini bukan saja kemerosotan pengajaran yang terjadi, tetapi jemaat-jemaat tidak mengerti apa yang mereka ucapkan di dalam ritual-ritual gereja yang serba membingungkan.(08)
Mengakhiri abad pertengahan, muncul gerakan-gerakan reformasi yang menurut Gereja Katolik-Roma, sebagai gerakan kemurtadan, yang memperjuangkan kembali pengajaran di dalam gereja. Mereka tidak mau tertipu oleh gereja yang hanya melaksanakan ritual semata-mata. Mereka berusaha untuk menyusun buku-buku yang dapat menjadi pedoman untuk pengajaran bagi jemaat. Katakan saja John Wycliffe dan John Huss. John Wycliffe hidup di Inggris sekitar tahun 1384 menulis bukunya Pauper Rusticus dalam bahasa Inggris. Isinya mengenai iman, titah, dan doa, dengan penjelasan panjang lebar tentang kehidupan yang berdasarkan iman dan pergumulan iman. Selanjutnya John Huss sekitar tahun 1415, menulis buku penjelasan mengenai Apostolik, Doa Bapa Kami dan Dasa Titah, agar para muridnya tahu bagaimana mengajarkan iman Kristiani kepada rakyat.
Pembaruan yang dilakukan pada masa reformasi telah membawa perubahan yang besar terhadap perkembangan katekisasi. Katekisasi tidak hanya bersifat hafalan, seperti dasa titah, doa dan sakramen sebagaimana yang dilakukan oleh ”gereja lama” (= zaman Katolik-Roma), melainkan juga ringkasan ajaran Kitab Suci yang sangat baik dan berguna yang kemudian diajarkan kepada jemaat-jemaat Kristen. Masa Reformasi telah melahirkan berbagai macam katekismus pengajaran yang berakar kuat kepada firman Tuhan. Martin Luther pada tahun 1529 menuliskan Katekismus Besar dan Katekismus Kecil sebagai panduan untuk pengajaran kepada para pengikutnya. Di dalam buku ini, ia menguraikan prinsip-prinsip penting ajaran reformasi yang berakar kuat kepada kebenaran Alkitab: Sola Scriptura, Sola Fide dan Sola Gratia.(09) Johanes Calvin, merupakan tokoh reformasi yang sangat disegani dan telah mewariskan pengajaran yang dalam sekali tentang Alkitab. Oleh pengikutnya, namanya menjadi rujukan dari seluruh ajarannya: ”Calvinis.” Pada tahun 1536, ia menuliskan suatu buku ”De Institutionae Christi” yang merupakan bahan pelajaran yang digunakan di dalam katekisasi. Calvin kemudian mengarang sebuah ”Katekismus” pada tahun 1541 yang lazim dikenal sebagai ”Katekismus Geneva”. Melanchthon juga menuliskan sebuah katekismus yang sesuai dengan apa yang Martin Luther tuliskan.
Pada tahun berikutnya muncullah beberapa katekismus yang merupakan bahan pengajaran bagi jemaat-jemaat, di antaranya: Katekismus Heidelberg dan Katekismus Westminster. Katekismus Heidelberg ditulis oleh Kaspar Olevianus dan Zakharias Ursinus pada tahun 1562. Katekismus ini sangat terkenal dan menjadi bahan pelajaran yang disenangi dan diterima oleh jemaat-jemaat pada waktu itu. Kedua katekismus merupakan kristalisasi dari pengajaran iman kristen di dalam tradisi Calvinisme.
Memasuki masa abad ke-18, pengajaran katekisasi mengalami kemorosotan tajam. Hal ini karena ada pengaruh filsafat rasionalisme sekuler yang mulai merasuki gereja. Filsafat ini mempertentangkan antara iman dari akal dan memisahkan antara iman dan akal. Argumentasi-argumentasi yang dibangun dan dilontarkan kepada pihak gereja justru melemahkan kaum rohaniawan yang ada. Pikiran yang skeptis terhadap pengajaran Alkitab (cenderung menolak kebenaran) membawa dampak yang cukup besar bagi kerohanian jemaat Kristen, di mana mereka mulai mengingkari akan kebenaran sebagaimana yang diyakini semula. Rasionalisme semacam ini pada akhirnya mengantarkan jemaat yang ”tereliminasi” dan ”terkontaminasi” karena pengaruhnya ke jurang humanisme yang akhirnya bermuara kepada sikap ateis (lebih tepatnya disebut sebagai Ateis praktis hidup seakan-akan Allah tidak ada).
Pengaruh dari gerakan ini sangat terasa hingga hari ini. Di satu sisi gereja kurang menekankan pelayanan pengajaran katekisasi ini bagi jemaat. Sementara di sisi yang lain, ada upaya yang telah dilakukan oleh orang-orang dan kelompok tertentu untuk menggantikan kebenaran-kebenaran Alkitab dengan dongeng-dongeng yang diciptakan, baik melalui media cetak, seperti buku-buku ataupun melalui film-film. Salah satu contohnya adalah (yang sedang hangat dibicarakan) “The Da Vinci Code.” Hal ini menjadi ”PR” bagi gereja untuk diselesaikan.
Menjawab 5 pertanyaan tentang Katekisasi sidhi

1. What (apa) itu sidi?
Sejak anak-anak sudah ada baptisan kudus yang dilakukan, mereka sudah dipanggil ikut masuk dalam persekutuan Kristen mewarisi kehidupan kekal. Selanjutnya menjadi tanggungjawab orang tua untuk mengajarkan firman Tuhan bagi putra-putri mereka, namun kenyataannya tidak sedikit orang tua yang lupa akan tugas dan tanggungjawabnya. Gereja sebagai institusi yang memiliki peranan penting terpanggil melakukan pembelajaran agar anak dipersiapkan secara dewasa baik jasmani dan dewasa iman. Ketika akan mengakhiri pelajaran itu, Pendetalah yang mengevaluasi hasil belajar mereka di hadapan pelayanan tahbisan dan orang tuanya masing-masing.. Mereka mengaku imannya di hadapan jemaat pada kebaktian Minggu sesuai dengan tatacara yang tertulis dalam gereja masing-masing. Mengakui Tuhan yang Maha Kuasa, pencipta, pemelihara, dan penguasa atas segala sesuatu. Yesus Kristus penyelamaat dan Roh Kudus adalah yang menguduskan hati manusia untuk percaya kepada karya keselamatan Kristus. Agar mereka mengerti akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai jemaat Kristus kepada Tuhan dan sesama manusia, membangun karakter agar mengasihi Tuhan dan sesama sehingga hidup mereka menjadi persembahan ibadah yang murni dan sejati bagi Tuhan, dan lain sebagainya.

2. Why (mengapa) harus sidi?
Kesempatan baik bagi si Putra-putri Gereja dituntun dan dibina untuk menselaraskan gerak kehidupannya kepada Tuhan yang memberi berkat baginya. Maka pembelajaran sidi adalah moment yang pas dalam mengawali pentingnya mengajarkan dan menanamkan pengenalan Tuhan melalui karya-karyaNya, mengajarkan ajaran john Wesley, khatehismus karangan Marthin Luther yang terdiri dari : Hukum Taurat, kesaksian iman orang Kristen, Doa Bapa kami, Baptisan Kudus, perjamuan Kudus, doa berisi ringkas, padat dan jelas, mengajarkan sejarah Gereja dan perkembangan-perkembangan masa kini, belajar buku ende dan bahkan pengetahuan umum skop yang lebih luas. Sebaiknya orangtua dan anak dapat saling menopang agar dapat mengikuti pembelajaran sidi itu selama satu tahun. Artinya kurikulum yang sudah dipersiapkan harus diikuti agar suatu saat menjadi jemaat yang matang. Pengalaman penulis di berbagai gereja mulai gereja yang berada di desa dan gereja yang berada kota hampir sama, usul-usul orang tua yang berkembang agar anaknya dapat menerima peneguhan sidi tanpa menerima pembelajaran Sidi karena merekapun katanya menerima pendidikan Agama di sekolah mereka, melalui tulisan ini saya tegaskan tidak bisa disamakan bahan ajar di sekolah dengan pembelajaran Katekisasi sidi mungkin ada muatannya yang sama tetapi ada banyak ketidaksamaannya yang tidak diajarkan di sekolah mereka.

3. When (kapan) mengikuti pembelajaran sidi?
Di dalam  gereja Methodist bahwa yang telah berusia 15 tahun ke atas dapat mengikuti pembelajaran sidi dan lamanya katekiasasi sidi antara 3-6 bulan (disesuaikan dengan bahan) atau biasa dirumuskan 15 - 30 pertemuan dan sekali pertemuan lamanya kurang lebih 60 menit. Penulis pernah mengadakan katekisasi khusus bagi mereka yang sudah bekerja dan katekiasasi kilat bagi mereka yang akan segera meried dan mereka akan menerima pembelajaran khusus karena satu hal dan lain hal.

4. Where (dimana) menerima pembelajaran sidi?
Pada saat memasuki usia 15-20 tahun sebaiknya di gereja asalnya segera mengikuti katekisasi sidi tetapi kalau sudah meninggalkan kampung halamannya mungkin karena alasan kuliah dan alasan tapi belum menerima sidi sebaiknya di mana gereja yang paling dekat menerima bahan ajar setelah diterimalah surat keterangan dari Pendeta Resort atau pimpinan jemaatnya! Agar mereka dapat menerima pembelajaran sidi di gereja yang terdekat. Alasannya kenapa harus seperti itu karena itu kesempatan baginya memperdalam firman Tuhan melalui bahan ajar katekisasi sidi. Tetapi ada juga budaya rasa malu kalau usianya sudah di atas 25 tahun sudah mulai enggan mengikutinya, temuan yang terjadi dalam pelayanan pada saat mau menikah, itulah kesempatan baginya, bisa saja itu karena terpaksa dia harus mengikuti! Karena syarat mau menikah di gereja Protestant harus lebih dahulu sidi. Kadang-kadang keadaan ini memprihatinkan, sebaiknya harus dipersiapkan dirinya menjadi jemaat yang taat akan aturan yang berlaku di gerejanya.

5. Who (Siapa) yang akan disidikan?
Pertanyaan ini agak pelik untuk dijawab karena belum semua warga jemaat memahami secara bersama orang yang mengikuti pembelajaran sidilah yang pastas menerima peneguhan sidi. Kadang-kadang temuan yang terjadi sepertinya tidak dapat ditolerir kebenarannya, bagi penulis menyarankan sebaiknya orang tua harus satu visi berama majelis dan pelayan full timer, setiap yang menerima pembelajaran sidilah yang menerima peneguhan sidikan. Maukah kita konsisten melakukannya? Atau suka-suka kita aja. Bisa itu mengundang masalah baru dan bahkan sampai meng-kambing-hitamkan yang lain demi kepentinganmu. Imbauan penulis, dengan jiwa besar setiap yang mengikuti bahan ajar sidi yang layak menerima peneguhan sidi. Mari kita serius melakukannya.

6. How (Bagaimana) orang yang menerima peneguhan sidi?
Pertama: memiliki komitmen agar menjadi pengikut Kristus yang menunjukkan curi teladan. Kedua: Siap bertarung mempertarungkan iman percayanya agar hidupnya tetap dikendalikan firman Tuhan, dan pedoman hidupnya selalu beralaskan firman Tuhan. Ketiga: tidak mudah diombang ambingkan oleh arus jaman yang cepat berubah-ubah.

7. Lalu, hubungan sidi dengan prasyarat menikah?
Bagi gereja protestan khususnya Methodist orang yang sudah menerima peneguhan sidi adalah yang layak memasuki jenjang pernikahan kudus. Adapun alasan yang pertama: penulis merumuskan mereka sudah dikategorikan dapat bertumbuh secara jasmani dan bertumbuh secara spritual sesuai dengan iman percayanya. Kedua: pembinaan selama pembelajaran sidi membentuk pola berpikir semakin kritis membaca tanda-tanda jaman. Ketiga: menunjukkan kesetiaan dalam kehidupannya dan berpengharapan penuh melalui sola fide (hanya karena iman), sola scriptura (hanya karena firman Tuhan), sola Gratia (hanya karena anugerah) menjadi baro meter hidupannya. Jika dibandingka dengan dogma Katolik bahwa syarat menikah adalah orang yang mengikuti katakumen, persis sama dengan gereja protestan.
MEMAHAMI PERGUMULAN DAN TANTANGAN KATEKISASI MASA KINI
Di dalam era postmodern ini, umumnya masyarakat, termasuk juga jemaat kristen tidak lagi menyukai hal-hal yang bersifat pengajaran doktrinal/alkitabiah. Mereka lebih menyukai pengajaran-pengajaran praktis dan berbau supranatural. Situasi dan kondisi zaman ini telah merubah paradigma kekristenan (Kebenaran merupakan suatu pewahyuan dan diberikan kepada gereja) dengan paradigma baru yang bersifat relatif (kebenaran bergantung kepada setiap pribadi dan kelompok masyarakat). Katekisasi dalam gereja hanya merupakan pra-syarat untuk mendapatkan surat legal (surat baptisan atau sidi) untuk kepentingan pribadi dan bukan bertujuan untuk mempersiapkan dan membimbing generasi muda untuk melayani di dalam gereja.(10)
Sebagai sebuah refleksi: Umumnya dalam setahun gereja-gereja Kristen membuka 2 kali kelas katekisasi.(11) Berapa banyak jemaat yang setiap tahun ikut katekisasi (baik baptisan atau sidi) yang aktif bergereja? Berapa banyak jemaat setelah mengikuti kelas katekisasi, berkomitmen untuk mengikuti pembinaan-pembinaan yang diadakan di gereja? Berapa banyak jemaat setelah mengikuti kelas katekisasi berkomitmen untuk melayani Tuhan? Jikalau semuanya ini berjalan dengan baik, maka: pertama, gereja tidak akan mengalami ”krisis” untuk mencari generasi muda dalam melanjutkan estafet pelayanan gerejawi; kedua, kerohanian jemaat tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh berbagai ”angin” pengajaran yang menyimpang dari Alkitab. Namun faktanya tidaklah demikian.
Pada masa kini gereja mengalami ujian berat untuk dapat mempertahankan jemaat dengan pengajaran yang murni dan alkitabiah ataukah membiarkan jemaat ”ikut arus” dunia ini dengan segala pengajarannya yang menuju kepada pemuasan hati dan pelampiasan emosi sesaat yang ditampilkan dengan berbagai model gaya hidup yang pada akhirnya membuat mereka kehilangan iman dan pengharapannya. Para rohaniawan ditantang untuk ikut berlomba ”menyelamatkan”(12) (membawa kembali) jemaat-jemaat yang terhilang akibat pengaruh ”arus” zaman ini. Mereka harus dibawa kembali kepada Yesus Kristus sang pemilik jiwanya. Inilah tugas yang dipercayakan oleh Dia, Yesus Kristus kepada para hamba-hamba-Nya.
Gereja harus dapat mengajarkan kebenaran-kebenaran dasar iman Kristen secara tepat dan benar kepada jemaat. Gereja dapat menggunakan berbagai metode dan bahasa yang lebih sederhana untuk mengajar jemaat dengan benar, tanpa merubah isi pengajaran doktrinalnya. Tujuan akhir daripada pengajaran ini adalah memahami iman kristen secara benar.
KESIMPULAN
Gereja yang sehat dan dinamis adalah gereja yang memperhatikan aspek pengajarannya. Hal ini tidak berarti membiarkan pelayanan yang lain (maksudnya adalah keseimbangan pelayanan-pelayanan yang lain dengan pelayanan pengajaran). Pengajaran Alkitab yang benar menjadi fondasi yang kuat bagi pelayanan gereja dan pertumbuhan kerohanian jemaat. Jemaat harus di dorong untuk mengikuti kelas-kelas katekisasi dan pembinaan-pembinaan lainnya. Jemaat yang terlibat pelayanan harus mengerti dasar-dasar kehidupan iman yang benar melalui pengajaran katekisasi atau kelas-kelas pembinaan, tujuannya agar (1) pelayanannya murni hanya kepada Tuhan (dengan kata lain tidak ikut-ikutan); (2) ia bertumbuh di dalam iman; (3) ia tidak mudah terombang-ambing oleh berbagai pengajaran duniawi yang menyesatkan; (4) mampu memberi jawaban bagi mereka yang meminta pertanggungan jawab imannya sesuai dengan kebenaran di dalam Kristus.
James Montgomory Boice menuliskan: tidak peduli seberapa dahsyat pengalaman kita, tidak peduli seberapa dalam kita paham tentang Allah, yang pasti adalah kita tidak dapat memahami apa yang Allah telah katakan, kecuali melalui wahyu yang didasarkan kepada Alkitab.(13) Biarlah kebenaran ini menjadi pendorong semangat bagi setiap hamba-hamba-Nya yang terpanggil untuk melayani Dia, Sang Kepala Gereja, Tuhan Yesus Kristus. •
Footnotes
01/ Gereja-gereja yang melakukan pelayanan katekisasi adalah gereja-gereja yang tergabung di dalam arus utama tradisi Protestan, seperti dari aliran Lutheran dan Calvinis / gereja Reformasi. Sedangkan gereja-gereja aliran baru, seperti gerakan Pentakosta dan Karismatik tidak mengenal katekisasi.
02/ Definisi katekisasi dirumuskan sebagai berikut: A Catechisms is a popular manual of instruction (Gr. Katecheo, to instruct) in Christian beliefs, normally in question and answer form. Dikutip dari: Walter A. Elwell, (Edit.), Evangelical Dictionary of Theology. Second edition, Michigan: Baker Academics, 2001. p. 211.
03/ Martin I Klauber, Confessions, Creeds, and Catechisms in Swiss Reformed Theology (1675-1734), In Westminster Theological Journal, Vol. 57:2 (Fall:1995), p. 403. to quote John Leight, writes: It [catechism] was not initially used solely for the young person preparing for confirmation, but for all believers in order to teach them the basics of the Christian faith.
04/ DR. J.L. CH. Abineno, Sekitar Katekese Gerejawi: Pedoman Guru, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001), hal. 1-4.
05/ Abineno, Sekitar katekese, hal. 22, menjelaskan demikian: Dari uraian di atas, nyata bahwa yang paling penting dalam katekese ini ialah: membimbing anggota-anggota jemaat khususnya anggota-anggota jemaat yang masih muda ke dalam perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan Allah, seperti yang kita baca dalam PL dan PB. Maksudnya ialah supaya mereka belajar untuk hidup bersama-sama dengan Allah ini di bawah pimpinan Roh Kudus dan di dalam persekutuan Yesus Kristus, Anak-Nya. Dengan jalan demikian mereka sebagai anggota-anggota dari Gereja Tuhan dipersiapkan (=diperlengkapi) untuk tugas kesaksian dan pelayanan mereka di dalam dunia.
06/ Ibid, hal. 85.
07/ G. Riemer, Pedoman Ilmu katekese: Ajarlah Mereka, (Jakarta: Yayasan Bina Kasih / OMF, 1998), 43-44.
08/ Ibid, hal. 53-55.
09/ Sola Scriptura berarti hanya Alkitablah satu-satunya sumber pengajaran moral; Sola Fide berarti hanya oleh imanlah manusia dapat diselamatkan; Sola Gratia berarti hanya oleh anugerah Tuhanlah manusia dimungkinkan untuk selamat.
10/ Arguably, many churches have failed to do a creditable job of educating their children, young people and adults in basic Christianity. Hand in hand with the study of scripture, a catechism may prove, once again, to be an effective instrument for passing on “the faith that was once for all entrusted to the saints (Jude1:3). Dikutip dari The New Presbyterian Catechism, p. 1.
11/ Dalam gereja tertentu kelas katekisasi dibuka 1 kali selama 1 tahun proses katekisasi berlangsung.
12/ Istilah “menyelamatkan” tidak dimaksudkan sebagai proses keselamatan dari yang tidak percaya (=masih hidup dalam dosa / belum bertobat) menjadi percaya kepada Yesus Kristus. Penulis percaya bahwa proses keselamatan itu dikerjakan oleh Allah, melalui Roh Kudus (Bnd. Ef. 2:8-9). Yang dimaksudkan “menyelamatkan” adalah membimbing kembali jemaat kepada pengajaran yang benar di dalam Kristus.
13/ Rev. Bryn McPhill, The Reformed Theology Source, Version 4.0. Edifying Quotations, p. 3292. http://www.reformedtheology.ca.

Pengantar Katekisasi Sidhi part I

Pengantar Katekisasi Sidhi

Katekisasi Sidi merupakan kesempatan mendalami firman Tuhan sekaligus membangun karakter seorang remaja agar lebih dewasa mengikuti Tuhan Yesus Kristus dengan setia. Maka menurut hemat saya harus diberi kesempatan bagi mereka mengikuti pembelajaran sesuai dengan silabus (Kurikulum) yang dipersiapkan Gereja masing-masing. Pemahaman sebahagian orang bahwa katekisasi sidi kesempatan untuk mendapatkan ijin menikah, ada juga yang mengasumsikan memperoleh sertifikat lepas tanggung jawab dari orang tuanya. 

Yang benar bahwa dalam Katekisasi sidi sebenarnya bukanlah hal itu tetapi adanya suatu masa pembinaan bagi remaja agar menjadi lebih dewasa iman untuk melakukan kewajiban sebagai pengikut Kristus. Maka dia harus dibimbing agar semakin mengenal Yesus Kristus dan kabar sukacita dalam Alkitab, bertumbuh dalam kepercayaan dan pengakuan iman kristen, hidup secara kristiani dengan pimpinan Yesus menghadapi hari-hari dengan sukacita yang baru, bertujuan dan berpengharapan sebagai umat Allah. Sehingga semakin tau membedakan mana yang baik dilakukan dan mana yang jahat yang mau ditinggalkan. Sekarang perlu menyimak satu persatu tentang Katekisasi Sidi gereja melakukan pembinaan warga gereja sejak dini agar peserta sidi dulu, sekarang dan akan datang semakin mantap wawasannya sesuai dengan iman kepercayaannya teguh dan tidak luntur ditelan jaman.

1. What (apa) itu sidi?
Sejak anak-anak sudah ada baptisan kudus yang dilakukan, mereka sudah dipanggil ikut masuk dalam persekutuan Kristen mewarisi kehidupan kekal. Selanjutnya menjadi tanggungjawab orang tua untuk mengajarkan firman Tuhan bagi putra-putri mereka, namun kenyataannya tidak sedikit orang tua yang lupa akan tugas dan tanggungjawabnya. Gereja sebagai institusi yang memiliki peranan penting terpanggil melakukan pembelajaran agar anak dipersiapkan secara dewasa baik jasmani dan dewasa iman. Ketika akan mengakhiri pelajaran itu, Pendetalah yang mengevaluasi hasil belajar mereka di hadapan pelayanan tahbisan dan orang tuanya masing-masing.. Mereka mengaku imannya di hadapan jemaat pada kebaktian Minggu sesuai dengan tatacara yang tertulis dalam gereja masing-masing. Mengakui Tuhan yang Maha Kuasa, pencipta, pemelihara, dan penguasa atas segala sesuatu. Yesus Kristus penyelamaat dan Roh Kudus adalah yang menguduskan hati manusia untuk percaya kepada karya keselamatan Kristus. Agar mereka mengerti akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai jemaat Kristus kepada Tuhan dan sesama manusia, membangun karakter agar mengasihi Tuhan dan sesama sehingga hidup mereka menjadi persembahan ibadah yang murni dan sejati bagi Tuhan, dan lain sebagainya.

2. Why (mengapa) harus sidi?
Kesempatan baik bagi si Putra-putri Gereja dituntun dan dibina untuk menselaraskan gerak kehidupannya kepada Tuhan yang memberi berkat baginya. Maka pembelajaran sidi adalah moment yang pas dalam mengawali pentingnya mengajarkan dan menanamkan pengenalan Tuhan melalui karya-karyaNya, mengajarkan ajaran john Wesley, khatehismus karangan Marthin Luther yang terdiri dari : Hukum Taurat, kesaksian iman orang Kristen, Doa Bapa kami, Baptisan Kudus, perjamuan Kudus, doa berisi ringkas, padat dan jelas, mengajarkan sejarah Gereja dan perkembangan-perkembangan masa kini, belajar buku ende dan bahkan pengetahuan umum skop yang lebih luas. Sebaiknya orangtua dan anak dapat saling menopang agar dapat mengikuti pembelajaran sidi itu selama satu tahun. Artinya kurikulum yang sudah dipersiapkan harus diikuti agar suatu saat menjadi jemaat yang matang. Pengalaman penulis di berbagai gereja mulai gereja yang berada di desa dan gereja yang berada kota hampir sama, usul-usul orang tua yang berkembang agar anaknya dapat menerima peneguhan sidi tanpa menerima pembelajaran Sidi karena merekapun katanya menerima pendidikan Agama di sekolah mereka, melalui tulisan ini saya tegaskan tidak bisa disamakan bahan ajar di sekolah dengan pembelajaran Katekisasi sidi mungkin ada muatannya yang sama tetapi ada banyak ketidaksamaannya yang tidak diajarkan di sekolah mereka.

3. When (kapan) mengikuti pembelajaran sidi?
Di dalam  gereja Methodist bahwa yang telah berusia 15 tahun ke atas dapat mengikuti pembelajaran sidi dan lamanya katekiasasi sidi antara 3-6 bulan (disesuaikan dengan bahan) atau biasa dirumuskan 15 - 30 pertemuan dan sekali pertemuan lamanya kurang lebih 60 menit. Penulis pernah mengadakan katekisasi khusus bagi mereka yang sudah bekerja dan katekiasasi kilat bagi mereka yang akan segera meried dan mereka akan menerima pembelajaran khusus karena satu hal dan lain hal.

4. Where (dimana) menerima pembelajaran sidi?
Pada saat memasuki usia 15-20 tahun sebaiknya di gereja asalnya segera mengikuti katekisasi sidi tetapi kalau sudah meninggalkan kampung halamannya mungkin karena alasan kuliah dan alasan tapi belum menerima sidi sebaiknya di mana gereja yang paling dekat menerima bahan ajar setelah diterimalah surat keterangan dari Pendeta Resort atau pimpinan jemaatnya! Agar mereka dapat menerima pembelajaran sidi di gereja yang terdekat. Alasannya kenapa harus seperti itu karena itu kesempatan baginya memperdalam firman Tuhan melalui bahan ajar katekisasi sidi. Tetapi ada juga budaya rasa malu kalau usianya sudah di atas 25 tahun sudah mulai enggan mengikutinya, temuan yang terjadi dalam pelayanan pada saat mau menikah, itulah kesempatan baginya, bisa saja itu karena terpaksa dia harus mengikuti! Karena syarat mau menikah di gereja Protestant harus lebih dahulu sidi. Kadang-kadang keadaan ini memprihatinkan, sebaiknya harus dipersiapkan dirinya menjadi jemaat yang taat akan aturan yang berlaku di gerejanya.

5. Who (Siapa) yang akan disidikan?
Pertanyaan ini agak pelik untuk dijawab karena belum semua warga jemaat memahami secara bersama orang yang mengikuti pembelajaran sidilah yang pastas menerima peneguhan sidi. Kadang-kadang temuan yang terjadi sepertinya tidak dapat ditolerir kebenarannya, bagi penulis menyarankan sebaiknya orang tua harus satu visi berama majelis dan pelayan full timer, setiap yang menerima pembelajaran sidilah yang menerima peneguhan sidikan. Maukah kita konsisten melakukannya? Atau suka-suka kita aja. Bisa itu mengundang masalah baru dan bahkan sampai meng-kambing-hitamkan yang lain demi kepentinganmu. Imbauan penulis, dengan jiwa besar setiap yang mengikuti bahan ajar sidi yang layak menerima peneguhan sidi. Mari kita serius melakukannya.

6. How (Bagaimana) orang yang menerima peneguhan sidi?
Pertama: memiliki komitmen agar menjadi pengikut Kristus yang menunjukkan curi teladan. Kedua: Siap bertarung mempertarungkan iman percayanya agar hidupnya tetap dikendalikan firman Tuhan, dan pedoman hidupnya selalu beralaskan firman Tuhan. Ketiga: tidak mudah diombang ambingkan oleh arus jaman yang cepat berubah-ubah.

7. Lalu, hubungan sidi dengan prasyarat menikah?
Bagi gereja protestan khususnya Methodist orang yang sudah menerima peneguhan sidi adalah yang layak memasuki jenjang pernikahan kudus. Adapun alasan yang pertama: penulis merumuskan mereka sudah dikategorikan dapat bertumbuh secara jasmani dan bertumbuh secara spritual sesuai dengan iman percayanya. Kedua: pembinaan selama pembelajaran sidi membentuk pola berpikir semakin kritis membaca tanda-tanda jaman. Ketiga: menunjukkan kesetiaan dalam kehidupannya dan berpengharapan penuh melalui sola fide (hanya karena iman), sola scriptura (hanya karena firman Tuhan), sola Gratia (hanya karena anugerah) menjadi baro meter hidupannya. Jika dibandingka dengan dogma Katolik bahwa syarat menikah adalah orang yang mengikuti katakumen, persis sama dengan gereja protestan.

(Penulis adalah Pdt. Haposan Sianturi, tulisan ini dimuat dalam Buletin Narhasem Edisi September 2009)

Games Alkitab Menarik

Permainan kata

Di bawah ini ada kata-kata dalam Alkitab yang bunyinya mirip. Cuman beda 1 huruf. Jumlah huruf di tiap satu katanya sama dengan jumlah _
Sedangkan pertanyaan a adalah pertanyaan untuk kata pertama
pertanyaan b adalah pertanyaan untuk kata kedua
No 1 dibuat sebagai contoh. Coba tebak deh apa kata yang dimaksud....


1. TOMBAK – ROMBAK
a. Senjata panjang ujungnya runcing, umum dipakai oleh tentara Romawi
b. Yesus pernah bilang bahwa Ia sanggup me … Bait Suci dalam waktu 3 hari

2. _ _ _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _ _ _
a. Yesus akan mengumpulkan gandum di … dan debu jerami akan dibakarNya dalam api yang tidak terpadamkan
b. Untuk memastikan bahwa Yesus sudah mati, seorang prajurit menusukkan tombak ke … Yesus
3. _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _ a. Yohanes Pembaptis menyebutkan bahwa Yesus lebih berkuasa dari dia bahkan dia tidak layak untuk melepaskan … Yesus
b. Orang Farisi dan ahli Taurat meng … orang Israel untuk tidak percaya pada Yesus dan akhirnya menyalibkanNya

4. _ _ _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _ _ _
a. Petrus pernah dilepaskan dari … oleh malaikat
b. Ketika bertemu pertama kali dengan Yesus, Petrus diajak Yesus untuk menjadi … manusia.
5. _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _
a. Jika kita ber … , kita harus menepatinya
b. Tidak boleh memotong rambut dan tidak boleh minum anggur seumur hidup adalah syarat untuk menjadi … Allah
6. _ _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _ _
a. Nama lain dari Lewi, pemungut cukai, murid Yesus
b. Pengganti Yudas Iskariot
7. _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _ a. Dua loh batu, manna dan tongkat Harun yang berbunga disimpan di dalam ini
b. Firman Tuhan itu seumpama benih yang di … kan oleh petani di ladang
8. _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _
a. Saudara Lazarus dan Marta
b. Gunung tempat Ishak dikorbankan oleh Abraham
9. _ _ _ _ - _ _ _ _
a. Nabi besar yang diangkat Tuhan menggunakan kereta berapi
b. Nama tempat yang dilewati bangsa Israel ketika keluar dari Mesir. Di tempat ini, ada 12 mata air dan 70 pohon korma.
10. _ _ _ _ - _ _ _ _
a. Suami Batsyeba yang dibunuh oleh Daud
b. Nama seorang raja Yehuda. Ia baru berumur 16 tahun waktu diangkat jadi Raja.
11. _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _
a. Ananias dan Safira langsung mati ditempat ketika mereka ber … pada Roh Kudus
b. Ada 10 orang … yang disembuhkan oleh Yesus tapi hanya 1 yang kembali untuk berterima kasih pada Yesus
12. _ _ _ - _ _ _
a. Pohon yang dikutuk Yesus ketika Yesus tidak mendapati buah pada pohon ini
b. Nama seorang Raja Yehuda, memerintah selama 41 tahun. Ia salah seorang raja yang melakukan apa yang benar di mata Tuhan
13. _ _ _ _ - _ _ _ _
a. Raja terbesar Israel, yang sangat dikasihi Tuhan dan Yesus pun disebut sebagai keturunannya
b. Orang banyak mengambil … palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!"
14. _ _ _ _ - _ _ _ _
a. Elia, Elisa, Yesaya, Yeremia dan banyak nama lain yang disebutkan di Alkitab, adalah seorang …
b. Panggilan murid Yesus kepada Yesus, yang artinya adalah guru
15. _ _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _ _
a. Raja Israel yang paling berhikmat, yang pernah membangun Bait Allah megah sekali, pengganti Daud
b. Setelah Yesus mati, ada 3 wanita yang membeli rempah-rempah untuk meminyaki Yesus. Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan …
16. _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _
a. Orang yang bijak membangun … nya diatas batu, sedangkan orang bodoh membangunnya di atas pasir
b. Efesus 4:32 berkata bahwa kita harus … seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan dan saling mengampuni, sama seperti Allah telah mengampuni kita
17. _ _ _ _ - _ _ _ _
a. Daud mengibaratkan dirinya seperti binatang ini yang haus akan air.
b. Nabi yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir
18. _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _
a. Yesus menyuruh kita untuk menjadi … dan terang dunia
b. Dari binatang yang …, masing-masing hanya sepasang yang masuk dalam bahtera Nuh. Sedangkan binatang yang tidak …, masing-masing tujuh pasang.

19. _ _ _ _ - _ _ _ _
a. Ibu Samuel, hakim terakhir Israel
b. Mujizat pertama Yesus terjadi di kota ini

20. _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _
a. Herodes … karena telah ditipu oleh orang majus sehingga ia memerintahkan untuk membunuh semua bayi dibawah umur 2 tahun di Betlehem dan sekitarnya.
b. Meskipun dosamu … seperti kirmizi akan menjadi putih seperti salju

21. _ _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _ _
a. Karena Henokh hidup bergaul dengan Allah, dia di … ke Sorga
b. Suku Lewi dipilih oleh Tuhan untuk menjadi imam. Salah satu tugas mereka adalah meng … tabut perjanjian dan mereka tidak boleh sembarangan melakukan tugasnya

22. _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _
a. Tuhan meminta kita untuk mengumpulkan … di Sorga dan bukan di bumi
b. Saudara Lazarus dan Maria, yang selalu menerima dan menjamu Yesus di rumahnya

23. _ _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _ _
a. Tuhan menciptakan manusia dari debu tanah dan menghembuskan nafas kehidupan kedalam … nya
b. … Agung, sebuah kitab dalam Perjanjian Lama, yang berisi puisi cinta Salomo

24. _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _
a. Burung yang dikeluarkan pertama kali oleh Nuh untuk mengecek apakah banjir sudah surut
b. Ayub 42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang ...

25. _ _ _ _ - _ _ _ _
a. Tanah perjanjian adalah suatu tanah yang penuh dengan susu dan … b. Adam dan Hawa diciptakan dalam keadaan telanjang tetapi mereka tidak merasa …

26. _ _ _ _ - _ _ _ _
a. Elia pernah berlari lebih cepat daripada binatang ini
b. 1 Timotius 4:12 Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau ... Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

27. _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _
a. Gambus, kecapi dan ceracap adalah alat … yang biasa dipakai oleh orang Israel untuk memuji Tuhan
b. Amsal 10:5 Siapa mengumpulkan pada … panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.

28. _ _ _ _ - _ _ _ _
a. Hukum Taurat mengajarkan … ganti … dan gigi ganti gigi. Tapi Yesus mengajarkan supaya kita memberikan pipi kiri kita jika ada yang menampar pipi kanan kita.
b. Karena kasih Allah pada kita, maka Ia merelakan AnakNya yang tunggal untuk … sebagai ganti kita

29. _ _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _ _
a. Rahasia kekuatan Simson terletak pada …
b. Yeremia 17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang me … kan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

30. _ _ _ _ _ _ - _ _ _ _ _ _
a. Nama seorang hakim Israel yang dengan 300 tentara bersenjatakan sangkakala dan buyung berisi suluh, berhasil mengalahkan bangsa Midian
b. Pada jaman Yosua, matahari pernah berhenti diatas tempat ini dan bulan berhenti di atas lembah Ayalon.

LUMBUNG – LAMBUNG ; KASUT – HASUT ; PENJARA – PENJALA ; NAZAR – NAZIR ; MATIUS – MATIAS ; TABUT – TABUR ;
MARIA – MORIA ; ELIA – ELIM ; URIA – UZIA ; DUSTA – KUSTA ; ARA – ASA ; DAUD – DAUN ; NABI – RABI ;
SALOMO – SALOME ; RUMAH – RAMAH ; RUSA – MUSA ; GARAM – HARAM ; HANA – KANA ; MARAH – MERAH ;
ANGKAT – ANGKUT ; HARTA – MARTA ; HIDUNG – KIDUNG ; GAGAK – GAGAL ; MADU – MALU ; KUDA – MUDA ;
MUSIK – MUSIM ; MATA – MATI ; RAMBUT – RAMBAT ; GIDEON – GIBEON


Membentuk kata

Carilah ayat yang mengandung kata dibawah ini
1. Damai
2. Kasih
3. Buah
4. Benih
5. Dinamakan
6. Musuh
7. Serigala
8. Mengampuni
9. Berkokok

10. Batu
11. Roti
12. Perahu
13. Raja
14. Tembok
15. Terang
16. Tidur
17. Makan
18. Tertawa
19. Pedang
20. Jerih payah
21. Petani
22. Bunga
23. Anggur
24. Mempelai
25. Dingin

Cara bermain:
- bagi peserta kedalam kelompok (bila pesertanya banyak)
- masing-masing kelompok harus memiliki Alkitab
- bacakan soal per nomor, minta peserta mencari sebuah ayat di Alkitab yang mengandung kata tersebut.
- peserta yang sudah berhasil menemukan ayatnya harus segera berlari ke pemimpin permainan dan membawa Alkitab nya kemudian membacakannya dengan lantang
- lanjutkan ke soal berikutnya
- pemenangnya adalah yang paling banyak menemukan ayat dengan benar




Pesan sms

Ada pesan sms untukmu, tapi masih berupa kode.
Coba pecahkan kode berikut ini berdasarkan tombol hape mu (bukan yang qwerty ya)


1. 88426-232524-436225258
2. 23778522482524-7362684272
3. 44387-326-6284-34582724-54324
4. 72327524-326-2375242-5242524
5. 44387524-6534-764
6. 4284-9264-4362472-232524-6228
7. 83827524-237362
8. 7854524-88426-424-549258
9. 7372292524-537232-88426
10. 88426-6354428-4284


Tidak pada tempatnya

Dari keempat daftar di masing-masing soal berikut, ada satu yang tidak termasuk dalam kelompoknya, yang manakah itu? Dilarang mengintip kunci jawabannya ya....

1. Yakub | Yohanes | Yosua | Yosia
2. Yordan | Sinai | Efrat | Tigris
3. Bethlehem | Nazareth | Galilea | Yerikho
4. Goliat | Yesaya | Yunus | Natan
5.  Ibrani | Roma | Kisah rasul | Ulangan
6.  Kasih | Doa | Sukacita | Damai sejahtera
7.  Eunike | Abigail | Maria | Priskila

8.  Orang buta | Anak bungsu | Penabur | Hamba yang tidak setia
9. Yohanes | Petrus | Paulus | Matius
10. Emas | Perak | Kemenyan | Mur
11. Daniel | Yunus | Timotius | Samuel
12. Sinai | Ararat | Moria | Yordan
13. Nebukadnezar | Daniel | Belsyazar | Darius
14. Gembala | Majus | Maria | Yohanes Pembaptis
15. Lewi | Simeon | Simon | Ruben
16. Manna | Anggur | Burung puyuh | Air
17. Yakub | Elizabet | Hana | Abraham
18. Debora | Daud | Gideon | Simson
19. Keledai | Nyamuk | Katak | Lalat pikat
20. Tirai | Meja sajian | Kandil | Kasur
21. Smirna | Laodikia | Patmos | Efesus
22. Musa | Eli | Harun | Zedekia
23. Daud | Yusuf | Salomo | Ahazia
24. Jangan berzinah | Jangan mencuri | Tetaplah berdoa | Jangan membunuh
25. Kejadian | Bilangan | Ulangan | Yosua


Tempat Kejadian Perkara

Kita sering baca kisah di Alkitab terjadi di Sungai ini, Danau itu, Gunung ini dan seterusnya, banyak banget.
Contoh kasusnya, Yesus dibaptis di Sungai Yordan, Yesus pernah berkhotbah di bukit.

Nah, bisakah kamu menyebutkan sebanyak mungkin nama tokoh Alkitab yang berhubungan dengan tempat kejadian perkara berikut ini?
1. Sungai
2. Gunung
3. Perahu
4. Istana
5. Gua
6. Bait Allah
7. Sumur

Minggu, 15 Juni 2014

Liturgi Perjamuan Kudus Gereja Methodist Indonesia


NYANYIAN : “Suci, Suci, Suci”                                                                                                                     (BERDIRI)
PEMBACAAN BERSAHUT-SAHUTAN                                                                                                        (BERDIRI)
P : Allah itu Roh adanya. Orang yang menyembah Dia wajiblah menyembah dengan roh dan kebenaran.
J: KEMULIAAN BAGI ALLAH DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI
P: Allah itu terang adanya. Jikalau kita berjalan di dalam terang sebagaimana Ia juga ada di dalam terang, maka bersekutulah kita seorang dengan seorang. Sesungguhnya persekutuan kita itu beserta dengan Bapa dan dengan Yesus Kristus, AnakNya itu.
J: KEMULIAAN BAGI ALLAH DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI
P: Allah itu kuasa adanya. Orang yang harap pada Tuhan itu kelak membaharui kuatnya dan terbang naik dengan sayap seperti burung nazar, mereka berlari-lari dan tiada tahu penat; mereka itu berjalan-jalan dan tiada tahu lemah.
J: KEMULIAAN BAGI ALLAH DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI
P: Allah itu kasih adanya. Tengoklah, alangkah besarnya kasih yang dikaruniakan oleh Bapa kepada kita, sehingga kita dikatakan anak-anak Allah. Dengan demikian kita sudah mengetahui kasih yang benar, oleh sebab Ia sudah menyerahkan nyawanya karena kita
J: KEMULIAAN BAGI ALLAH DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI
P: Mari kita menyanyikan Gloria Patri
      Mulia bagi Bapa, bagi Anak, serta Rohulkudus
      Dari permulaannya, skarang dan akan jadi.
      Selama-lamanya. Amen.

DOA BERSAMA:
ALLAH YANG MAHA KUASA, HATI SEGALA MANUSIA TERBUKA KEPADA TUHAN, KEINGINAN SEMUA ORANG TUHAN TAHU, DAN TIADA SATU RAHASIAPUN YANG TERSEMBUNYI DARI TUHAN : SUCIKANLAH PIKIRAN HATI KAMI DENGAN ILHAM ROH KUDUSMU, SUPAYA KAMI MENGASIHI TUHAN DENGAN SEMPURNA, SERTA MEMBESARKAN NAMAMU YANG KUDUS ITU DENGAN SEPATUTNYA, DEMI YESUS KRISTUS TUHAN KAMI, AMIN.
BAPA KAMI YANG DI SORGA, DIKUDUSKANLAH NAMAMU, DATANGLAH KERAJAANMU, JADILAH KEHENDAKMU DI BUMI SEPERTI DI SORGA. BERIKANLAH KAMI PADA HARI INI MAKANAN KAMI YANG SECUKUPNYA DAN AMPUNILAH KAMI AKAN KESALAHAN KAMI, SEPERTI KAMI JUGA MENGAMPUNI ORANG YANG BERSALAH KEPADA KAMI, DAN JANGANLAH MEMBAWA KAMI KE DALAM PENCOBAAN, TETAPI LEPASKANLAH KAMI DARI PADA YANG JAHAT. KARENA ENGKAULAH YANG EMPUNYA KERAJAAN DAN KUASA DAN KEMULIAAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA. AMIN

HUKUM ALLAH:
Dengarlah ringkasan Hukum Allah dalam perkataan Tuhan kita Yesus Kristus:
“Hendaklah engkau mengasihi Allah TuhanMu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal budimu. Inilah Hukum yang besar dan terutama. Dan hukum yang kedua bersama dengan itu, demikian: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. ( atau sepuluh hukum dalam Kitab Keluaran 20: 1-17)

PEMBACAAN EPISTEL                                                                                                                                     ( DUDUK )

PENGAKUAN IMAN                                                                                                                                        ( BERDIRI )
AKU PERCAYA KEPADA ALLAH, BAPA YANG MAHA KUASA, KHALIK LANGIT DAN BUMI. DAN KEPADA YESUS KRISTUS, ANAKNYA YANG TUNGGAL Tuhan KITA, YANG DIKANDUNG DARI PADA ROH KUDUS, LAHIR DARI ANAK DARA MARIA YANG MENDERITA DI BAWAH PEMERINTAHAN PONTIUS PILATUS, MATI DAN DIKUBURKAN (TURUN DALAM KERAJAAN MAUT). PADA HARI YANG KETIGA BANGKIT PULA DARI ANTARA ORANG MATI, NAIK KE SORGA, DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH, BAPA YANG MAHA KUASA, DAN AKAN DATANG DARI SANA UNTUK MENGHAKIMI ORANG YANG HIDUP DAN YANG MATI.
AKU PERCAYA KEPADA ROH KUDUS, GEREJA YANG KUDUS DAN AM, PERSEKUTUAN ORANG YANG KUDUS , PENGAMPUNAN DOSA, KEBANGKITAN DAGING, DAN HIDUP YANG KEKAL. AMEN.

RENUNGAN (KHOTBAH SINGKAT)
NYANYIAN (PERSEMBAHAN KURBAN/KOLEKTE)

UNDANGAN PERJAMUAN KUDUS :                                                                                                         (BERDIRI)
Kamu yang sesungguhnya bertobat daripada dosamu, dan ingin mengasihi sesamamu manusia, dan berniat akan menuntut hidup baru, serta menurut hukum-hukum Allah, dan hendak berjalan dari sekarang ini pada jalanNya yang suci: marilah dengan iman, terimalah Perjamuan Kudus ini untuk menghiburkan hatimu. Berlututlah kamu dengan rendah hati mengaku dosa-dosamu kepada Allah Yang Maha Kuasa.

Mari kita bersatu dalam Pengakuan Dosa :                                                                                          (DUDUK)
ALLAH YANG MAHA KUASA, BAPA TUHAN KAMI YESUS KRISTUS, YANG MENJADIKAN SEMESTA ALAM, HAKIM SEGALA MANUSIA, DENGAN SEDIH HATI KAMI MENGAKU BANYAKNYA DOSA-DOSA DAN KEJAHATAN YANG SELALU KAMI PERBUAT DENGAN PIKIRAN, PERKATAAN, MAUPUN PERBUATAN MELAWAN TUHAN DAN RAJA KAMI. HATI KAMI SANGAT SEDIH DAN MENYESAL MENGINGAT KESALAHAN ITU DAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH KAMI BERTOBAT. KASIHANKANLAH KAMI, YA BAPA YANG BERKASIHAN. AMPUNILAH KAMI, TOLONGLAH KAMI DARI SAAT INI AGAR KAMI DAPAT MELAYANIMU DAN BERKENAN PADAMU DALAM PEMBAHARUAN HIDUP, MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN NAMAMU, DEMI YESUS KRISTUS TUHAN KAMI. AMIN.

DOA PENDETA :
Allah Yang Maha Kuasa, Bapa kami yang di sorga, karena besar kasihMu, Engkau sudah menjanjikan keampunan dosa kepada semua orang yang kembali kepadaMu dengan pertobatan dan iman yang benar, kasihanilah kami, ampunkanlah dan lepaskanlah kami dari segala dosa kami. Teguhkanlah dan kuatkanlah kami dalam segala kebaikan, dan bawalah kami kepada hidup yang kekal, demi Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Kemudian Pendeta berkata :
Dengarlah apa yang dikatakan dalam Alkitab pada mereka yang merendahkan hatinya dan bertobat:
“Jikalau barang seorang bebuat dosa, maka kita ada seorang Juru Syafaat kepada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang benar itu, dan ialah menjadi korban perdamaian karena segala dosa kita, bukannya karena dosa-dosa kita saja, melainkan dosa seisi dunia ini juga.”
P : Angkatlah hatimu
J : KAMI MENGANGKAT HATI KAMI KEPADA TUHAN
P : Biarlah kita berterima kasih kepada Tuhan
J : MEMANG SELAYAKNYA KAMI BERBUAT DEMIKIAN
P : Memang selayaknya, benar dan wajiblah kami pada setiap saat dan pada setiap tempat mengucap syukur padaMu, ya Tuhan, Bapa kami Yang Kudus, Yang Maha Kuasa, Allah Yang Kekal. Sebab itu, beserta dengan malaikat-malaikat dan bala tentara sorga kami puji dan besarkan namaMu yang mulia itu dan selalu memuji Tuhan serta berkata :
P+J : KUDUS, KUDUS, KUDUS, ALAH TUHAN SERWA SEKALIAN ALAM, PENUHILAH SORGA DAN BUMI DENGAN KAMULIAANMU, BAGIMULAH, YA TUHAN YANG MAHA TINGGI. AMIN 
DOA PERSEMBAHAN :
Allah Yang Maha Kuasa, Bapa kami yang  disorga, yang sebab kasihMu yang besar itu sudah memberikan AnakMu yang tunggal itu, Yesus Kristus, yang sudah menderita kematian diatas salib untuk penebusan kami, yang oleh persembahan yang sekali itu, sudah membuat kurban yang penuh, sempurna dan cukup bagi dosa-dosa seluruh dunia, dan yang menentukan, dan dalam InjilNya yang kudus sudah memerintahkan kami melanjutkan peringatan ini atas kematianNya yang mulia itu. Dengarlah kami, ya Bapa yang berkasihan, dengan rendah hati kami memohon kepadaMu, dan tolonglah supaya kami yang menerima roti dan anggur ini menurut peraturan AnakMu, Juruselamat kami Yesus Kristus, dalam memperingati kematian dan kesengsaraanNya, juga mengambil bagian dari pada zat keilahianNya dengan pertolongan Dia, yang pada malam Ia diserahkan itu, diambilnya roti dan setelah sudah Ia mengucapkan syukur dipecah-pecahkan serta diberikannya kepada murid-muridNya itu sambil berkata :
Ambillah, makanlah, inilah tubuhKu yang diserahkannya karena kamu, perbuatlah demikian, menjadi suatu peringatan akan daku.”
Demikian juga, sesudah makan, diangkatnya cawan minuman, diucapkannya syukur serta diberikannya kepada mereka sambil berkata :
Minumlah kamu sekalian dari cawan ini:  inilah darahku, darah perjanjian baru, yang ditumpahkan karena kamu dan karena orang  banyak sebagai jalan keampunan dosa, maka seberapa kali kamu minum, perbuatlah demikian menjadi peringatan akan daku.”

DOA BERSAMA :
TUHAN, YANG MAHA RAHMAN, TIADALAH KAMI BERANI DATANG KE MEJAMU INI DENGAN KEPERCAYAAN AKAN KEBENARAN KAMI SENDIRI MELAINKAN AKAN RAHMATMU YANG BESAR DAN BANYAK ITU. KAMI TIDAK LAYAK MENGUMPULKAN REMAH-REMAH DARI BAWAH MEJAMU.  TETAPI ENGKAULAH, YA TUHAN, TETAP BERKASIHAN. SEBAB ITU, TOLONGLAH, YA TUHAN, SUPAYA KAMI DAPAT TURUT SERTA DALAM PERINGATAN INI AKAN ANAKMU, YESUS KRISTUS, SEHINGGA KAMI DIPENUHI DENGAN KESEMPURNAAN HIDUPNYA, DAN DAPAT MAKIN MENYERUPAI TUHAN, DAN DAPAT TINGGAL SELAMA-LAMANYA DALAM TUHAN, DAN TUHAN DALAM KAMI, AMIN.
Yesus berkata : “Inilah tubuhku yang diserahkan karena kamu, Ambil dan makanlah ini menjadi suatu peringatan bahwa Kristus mati karena engkau, dan hendaklah Ia menjadi makanan rohani bagimu melalui kepercayaan, dan dengan ucapan syukur.”
Yesus berkata : “Inilah darahku, darah perjanjian baru, yang ditumpahkan karena engkau. Minumlah ini menjadi peringatan bahwa Kristus mati karena engkau dan ucapkanlah syukur.”
DOA BERSAMA:
YA TUHAN, BAPA KAMI YANG DISURGA, HAMBA HAMBAMU YANG HINA INI MEMERLUKAN KERELAANMU SEBAGAI BAPA KAMI UNTUK MENERIMA PERSEMBAHAN PUJI PUJIAN DAN SYUKUR KAMI INI. DENGAN RENDAH HATI KAMI MEMOHON KEPADAMU SUPAYA KAMI DAN SELURUH GEREJAMU DAPAT DIANUGRAHKAN KEAMPUNAN ATAS DOSA DOSA KAMI DAN SELURUH KEBAJIKAN YANG LAIN DARI PADA KESENGSARAANNYA, DEMI JASA JASA DAN KEMATIAN ANAKMU YESUS KRISTUS DAN DEMI KEPERCAYAAN AKAN DARAHNYA. DISINI, YA TUHAN, KAMI MEMPERSEMBAHKAN DAN MENYERAHKAN DIRI KAMI SENDIRI, JIWA DAN BADAN KAMI KEPADAMU MENJADI SUATU KURBAN YANG PATUT, YANG SUCI DAN YANG HIDUP KEPADAMU. KAMI MOHON SUPAYA KAMI SEKALIAN YANG TELAH IKUT MAKAN UNSUR UNSUR PERJAMUAN KUDUS INI DAPAT DIPENUHI DENGAN ANUGRAHMU DAN BERKAT SURGAWI. DAN WALAUPUN KAMI TIDAK LAYAK, OLEH SEBAB DOSA DOSA KAMI, MENGORBANKAN SESUATUPUN KEPADAMU, KAMI MOHON KEPADAMU MENERIMA KEWAJIBAN DAN PELAYANAN KAMI INI, BUKAN OLEH SEBAB JASA JASA KAMI SENDIRI, MELAINKAN OLEH SEBAB KEAMPUNAN DOSA DOSA KAMI,  DEMI YESUS KRISTUS, TUHAN KAMI. DEMI DIA DAN BESERTA DIA DALAM PERSEKUTUAN DENGAN ROH KUDUS. KAMI MENGHORMATI DAN MEMUJI ENGKAU, YA BAPA YANG MAHA KUASA SAMPAI SELAMA LAMANYA. AMIN

GLORIA IN EXCELCIS:
Segala kemuliaan bagi Allah ditempat yang maha tinggi, dan sejahtera diatas bumi diantara orang yang diperkenannya. Kami memuji Tuhan, kami menghormati Tuhan, menyembah Tuhan, kami memuliakan Tuhan, kami megucap syukur kepada Tuhan sebab kemuliaanMu yang besar itu, ya Tuhan Allah, raja yang disurga Allah Bapa, yang Maha kuasa.
Ya Tuhan, Yesus Kristus, Anak yang tunggal; Ya Tuhan, domba Allah, Anak Bapa, yang menanggung dosa dosa seluruh masyarakat manusia, kasihanilah kami Tuhan, yang menanggung dosa seluruh masyarakat manusia, terimalah doa kami, Tuhan yang duduk disebelah kanan Allah Bapa, kasihankanlah kami. Karena Engkau saja yang kudus, Engkau sajalah Tuhan, Tuhan saja, ya Kristus, dengan Roh Kudus, yang maha tinggi dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin 

NYANYIAN                                                                                                                                                         (BERDIRI)
DOXOLOGI
BERKAT